Subscribe:

Astronomi

Minggu, 25 Maret 2012

Inilah Baterai Ramah Lingkungan Dari Secangkir Kopi

Ternyata secangkir kopi yang sering anda minum, suatu saat nanti dapat pula menyalakan HP anda. Perkembangan teknologi akhir-akhir ini mulai merambah di bidang pemberdayaan sumber energi alternatif. Salah satunya ialah penggunaan kopi sebagai sumber energi. Saat ini, teknologi terbaru Nespresso Capsules tengah dikembangkan agar dapat diproduksi secara massal dan murah.Nespresso Capsules ialah sebuah baterai hemat energi yang menggunakan kopi sebagai bahan dasarnya. Ide penemuan baterai ramah lingkungan ini pertama kali digagas oleh Mischer Traxler.

Struktur sumber energi alternatif ini terdiri dari kapsul alumunium, dengan strip tembaga, air garam, dan tentunya bubuk kopi. Prinsip kerja baterai ini pun cukup sederhana, alumunium berfungsi sebagai anoda, kemudian tembaga sebagai katoda, sedangkan air garam berfungsi sebagai elektrolit. Bisa dikatakan proses kimia dalam baterai ini mirip dengan cara kerja baterai mobil.

Robot Penghancur Kanker Manusia

Para ilmuwan telah menciptakan robot mikroskopis dari molekul DNA yang dapat berjalan, berbalik dan bahkan menciptakan produk-produk kecil mereka sendiri di jalur perakitan berskala nano. 
Perangkat revolusioner yang dijelaskan dalam jurnal Nature ini di masa depan diharapkan bisa memimpin pasukan robot ahli bedah yang bisa membersihkan arteri manusia atau membangun komponen komputer di dalamnya.



Dikutip dari Daily Mail, salah satu pendukung proyek dari New York Columbia University ini bahkan telah mengembangkan robot laba-laba berukuran 4 nanometer atau sekitar 100.000 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia.

Ilmuwan Temukan Air Kering


Air selalu identik dengan basah. Meski terlihat sangat kontradiktif, ilmuwan berhasil menciptakan 'air kering' atau dry water. Rupa 'air kering' ini mirip gula bubuk dan diharapkan akan jadi 'percikan besar' secara komersial. Tiap partikel dari air ini berisi tetesan air yang dikelilingi lapisan pasir silika. Faktanya, 95% dari 'dry water' adalah air 'basah'.

Pohon Nano Ubah Air Jadi Bahan Bakar Hidrogen


CALIFORNIA, KOMPAS.com - Ke Sun, pelajar doktoral bidang teknik elektronika dari University of California, San Diego membuat terobosan dalam produksi bahan bakar hidrogen.
Ia menciptakan “Pohon Nano”, struktur vertikal berukuran nano terbuat dari bahan silikon dan seng oksida yang bisa menyerap cahaya Matahari dan menggunakannya untuk produksi bahan bakar hidrogen.
“Hidrogen dikatakan lebih bersih dibanding bahan bakar fosil karena tak memiliki emisis karbon, namun demikian produksinya belum bersih,” kata Sun.

Bioluminescence, the Beautiful One



Gen Bioluminescence pada Biota Laut
Adaptasi merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Adaptasi adalah cara organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Adapatasi dapat berupa perubahan bentuk diri, jenis makanan maupun perubahan warna. Adaptasi biasa dilakukan untuk melindungi diri dari pemangsa, menarik perhatian lawan jenis atau menarik perhatin makhluk yang akan dimangsa.

Merubah Air Kencing Menjadi Air Minum


Bayangkan jika kita berada di tengah hutan rimba atau di puncak gunung, tanpa ada air perbekalan. Haus menyiksa pastinya. Tetapi akan segera muncul konsep baru yang di ketengahkan oleh Leonardo Manavella, yakni H2O Filter. H2O filter adalah sebuah alat filter yang dapat mengubah air seni menjadi air siap minum dengan cepat dan mudah. Cara kerjanya adalah dengan menampung air seni anda ke dalam tabung yang ada kemuian dengan menjepitnya di kedua paha sambil menekannya maka air siap minum pun akan tersedia.





Memang terlihat sedikit agak menjijikan tetapi semuanya terserah anda, apakah mau mati kehausan atau bisa hidup dengan air minum yang berasal dari air kencing anda sendiri.

Ternyata Lebah Pakai Tenaga Matahari Untuk Bangkitkan Listrik


Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa oriental hornet, atau lebah oriental untuk alasan yang tidak diketahui, mampu memproduksi listrik di dalam kerangka tubuhnya. Akan tetapi, Marian Plotkin, peneliti dari Tel-Aviv University memutuskan untuk meneliti lebih lanjut. Bersama timnya, Plotkin mencari tahu bagaimana lebah bisa memproduksi listrik. Setelah melakukan penelitian, ternyata diketahui bahwa pigmen pada jaringan kuning lebah mampu menangkap cahaya. Setelah itu, oleh jaringan coklat, cahaya itu diubah menjadi listrik.

Ilmuwan Behasil MengKloning Dinosaurus Apatosaurus


Para ilmuwan di University of Florida telah berhasil mengkloning dinosaurus, ungkap juru bicara dari universitas tersebut.

bayi Apatosaurus dijuluki "Spot," saat ini sedang diinkubasi di University of Florida's College of Veterinary Medicine.

Para ilmuwan mengekstraksi DNA dari fosil Apatosaurus diawetkan, yang dipajang di museum universitas ilmu alam. Setelah DNA dipanen, para ilmuwan menyuntikkan hasil DNA ke dalam rahim burung unta subur yang DNA-nya hampir sama dengan Apatosaurus.

Kayu Manis Bisa Menghasilkan Nanopartikel Emas


Kayu manis, salah satu rempah-rempah yang biasa ditemukan di dapur ternyata mampu menghadirkan cara yang lebih sederhana dan aman untuk membuat nanopartikel emas.


Menurut penelitian, partikel berbahan kayu manis itu juga bahkan bisa digunakan untuk mengatasi kanker.

Sebagai informasi, nanopartikel emas diketahui sangat bermanfaat untuk mendeteksi tumor, melakukan pencarian minyak, menerangi jalan dan menyembuhkan penyakit. Sayangnya, proses pembuatan partikel itu membutuhkan bahan kimia berbahaya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7_98Re9Vrk2hld2aTD7Tn0Xt7mhVtfCu4IAC5gSUIxIc3Hsvz21EtJGRokWoeUdYA4ACCQD1XMjtdNwsWXT1QZpVCURu_P3fkYLSdGRS9-1cPP5h_mB_jt-9bbvQqnG2Rs8R47OW20Bf9/s1600/Gold+nanoparticles.jpg

Saat ini, ada beberapa cara untuk membuat nanopartikel emas. Namun umumnya cara yang digunakan melibatkan pelarutan asam chloroauric, atau yang disebut juga dengan garam emas, di dalam cairan dan menambahkan bahan kimia lain untuk mengendapkan atom emas.

Rahasia Cacing Planaria Menumbuhkan Bagian Tubuhnya Yang Terpotong


Kemampuan seekor cacing Planaria untuk menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang terpotong, disebabkan oleh sebuah gen. Hal ini ditemukan oleh ilmuwan dari University of Nottingham.

Pohon Sintetis, 1000x Lebih Hebat Dari Pohon Biasa Dalam Penyerapan CO2


Ide brilian bisa datang dari mana saja. Untuk tugas sekolah, sepuluh tahun lalu, Klaus Lackner menyarankan anak perempuannya membuat penyerap debu. Ternyata tugas sekolah sang anak memantik profesor geofisika di Universitas Columbia, Amerika Serikat, itu berpikir lebih jauh.




Dia lantas merancang alat penyerap karbon dioksida dari polusi kendaraan bermotor dan pabrik. Dinamai "pohon sintetis", alat itu bisa menyerap CO2 seribu kali lipat dari pohon alam.

Ilmuwan Ciptakan Tumbuhan Pendeteksi Bom


Tumbuhan tidak hanya menyediakan makanan atau mempercantik lingkungan, tetapi juga selamatkan nyawa manusia. Kini, ilmuwan kembangkan tumbuhan yang sensitif terhadap bom.

Tumbuhan ini mampu mendeteksi bom. Ilmuwan mengubah protein nabati sehingga mampu berubah warna jika terkena bahan kimia tertentu. Implikasi penelitian itu dapat dilihat secara langsung.

Di sistem keamanan bandara misalnya, beberapa tanaman bisa mengetahui teroris yang membawa bahan peledak dengan mengubah warna daun menjadi putih.

Inilah Upaya Menghambat Global Warming Oleh Ilmuwan Inggris




Ilmuwan Inggris membuat balon helium seukuran
Stadion Wembley yang dikaitkan pada sebuah
kapal yang diterbangkan pada ketinggian 20km.

Balon inilah yang disebut-sebut akan menjadi
‘senjata’ untuk menyelamatkan planet ini dari
pemanasan global.

Pantau Pasien Lewat Tato Elektronik


Beberapa ilmuwan di Amerika berhasil menemukan satu terobosan baru dunia kesehatan untuk memantau kondisi kesehatan pasien lewat tatto elektronik.

Tatto ini bukan sejenis tinta khusus, namun perangkat yang amat tipis, bahkan lebih tipis dari rambut manusia untuk memantau jantung dan otak. Perangkat ini disebut tato elektronik karena seperti tatto temporer yang berfungsi sebagai sensor, menempel pada kulit manusia dan dapat bergerak, mengkerut dan meregang.

Inspirasi Dari Kupu - Kupu Ciptakan Kamera Canggih


Para peneliti di General Electric (Fairfield, CT, AS) telah menemukan bahwa sisik pada sayap kupu - kupu yang memiliki dinding tunggal berbentuk karbon tabung nano, ternyata memiliki sensor yang sangat sensitif terhadap cahaya atau sinar panas.


foto-menarik.blogspot.com - Inspirasi Dari Kupu - Kupu Ciptakan Kamera Canggih
Sensor yang dimiliki sisik pada sayap kupu - kupu itu, mampu mengenali perubahan suhu yang turun hingga ke 0,02 derajat Celcius. Sensor tersebut memerlukan waktu 40 detik untuk membaca perubahan suhu yang terjadi di sekitarnya.

Pohon Dengan Penerangan Bioluminescence

Memanfaatkan cahaya bioluminescence, sekelompok peneliti menemukan cara baru untuk menerangi jalanan di seluruh dunia. Dengan membuat nanopartikel emas, peneliti Taiwan berhasil mengubah pohon jadi lampu penerang jalan.



Peneliti asal Academia Sinica dan National Cheng Kung University di Taipei dan Tainan tersebut tengah mencari alternatif lain dari bubuk fosfor yang digunakan untuk lampu Light Emitting Diode (LED). Zat yang dicari adalah alternatif yang lebih murah namun tidak mengandung zat berbahaya.